About Us
BERANDA
PINSAR UNGGAS NASIONAL
PINSAR Unggas Nasional merupakan asosiasi peternak unggas terbesar di Indonesia. Sebagai organisasi yang memperjuangkan kepentingan peternak unggas nasional, secara fungsional PINSAR Unggas Nasional juga sebagai Pusat Informasi Pemasaran Hasil Unggas Nasional. Organisasi ini didirikan pada tanggal 23 Maret 1990 dan kemudian diresmikan pada tanggal 10 Juni 1990 oleh Ir. Wardoyo yang menjabat sebagai Menteri Pertanian pada saat itu.
Tujuan dari pembentukan PINSAR Unggas Nasional pada saat itu adalah untuk membantu peternak mengantisipasi kondisi harga produk perunggasan yang sedang bergejolak tak tentu arah. Suatu kondisi yang sangat tidak mendukung perkembangan industri perunggasan. Sejak saat itu, PINSAR Unggas Nasional telah berkali-kali turut aktif dalam rangka stabilisasi harga produk unggas yang kondusif bagi perkembangan usaha.
Saat ini ada 400 narasumber PINSAR Unggas Nasional di 45 kota di Indonesia sebagai penyedia informasi harga harian dan situasi pasar lokal. Informasi yang mereka dapat di lapangan dipantau setiap hari oleh para staf PINSAR Unggas Nasional dari Jakarta melalui telepon. Cara pengumpulan data seperti ini selama ini cukup baik untuk mengetahui perkembangan harga dan pasar hasil unggas di seluruh wilayah nusantara.
Hingga kini PINSAR Unggas Daerah dan wilayah yang terbentuk terdapat di 200 kota dan 19 propinsi Indonesia. Pengurus PINSAR Unggas Nasional saat ini terus bekerja keras untuk dapat membentuk PINSAR Unggas Daerah di setiap propinsi supaya sistem pengumpulan dan pengolahan data dapat lebih representatif dan akurat.
Program Kerja
- Program Kerja Internal
- Organisasi
- Keanggotaan
PROGRAM KERJA
KEPENGURUSAN PINSAR UNGGAS NASIONAL
TAHUN 2008-2013
Latang Belakang
Perkembangan situasi dunia merupakan salah satu faktor yang menjadi landasan dalam penyusunan dan menetapkan program kerja. Era keterbukaan ataupun globalisasi yang sekarang sedang berlangsung di mana-mana akan menjadi pijakan bagi Pengurus PINSAR Unggas Nasional dalam menyusun rancangan program kerja untuk 5 (lima) tahun ke depan. Rancangan Program Kerja ini merupakan tindak lanjut dari program kerja terdahulu serta ditambah dengan strategi seta perkembangan organisasi untuk menghadapi tantangan di masa yang akan datang.
Rancangan program kerja ini disusun dalam bentuk berbagai pokok-pokok program kerja yang bersifat strategis, sehingga pengurus dapat menjabarkan secara lebih rinci sesuai dengan situasi dan kondisi. Ini merupakan sumbangan pikiran dari berbagai pihak secara proaktif telah ikut memberi masukan untuk rancangan program kerja ini. Rancangan Program Kerja ini dibagi menjadi dua yaitu :
Program kerja ini dititikberatkan kepada pengembangan organisasi untuk lebih profesional sebagai organisasi yang mampu menjawab segala tantangan yang akan datang
Programnya antara lain;
Jangka Pendek
Sarana dan prasarana seperti; kantor yang memadai, merupakan faktor utamannya.
Jangka Panjang
Perkembangan bisnis, ini juga terkait dengan keadaan dan kebijakan pemerintah.
Jangka Pendek
Anggota dan Staf
SUSUNAN PENGURUS PINSAR UNGGAS NASIONAL
PERIODE 2008 – 2013
Penasehat
Yoseph Setiabudi
H. Ajat Darajat
Drh Bagus Setiabudi
Bambang Wijaya
Benny Irawan
Budianto
Effendy Kusmawijaya
H. Dudung Dulajid
Frans Gunawan Parto
Fransiscus Supardinata
Ir. Lucky Ranti
Paul Iskandar
Rahcman
Dr. Ir. H Rachmat Pambudy
Sutrisno Hadipranoto
Tetiono
Ir. Tri Hardiyanto
Yusman Tamara
Ketua Umum
Drh. Hartono
Ketua Bidang Broiler
Wiyono
Wakil Ketua I Bidang Broiler
Singgih Januratmoko, SKH
Wakil Ketua II Bidang Broiler
Drh. Suwandi
Ketua Bidang Layer
Vinca Lestari Dharmawan, B.Sc
Wakil Ketua I Bidang Layer
Ir. Musbar
Wakil Ketua II Bidang Layer
Haryanto Wibowo
Ketua Bidang Usaha
Ricky Bangsaratoe, S.H.
Wakil Ketua Bidang Usaha
Robby Susanto
Ketua Bidang Promosi
Ir. Herry Dharmawan
Ketua Bidang Luar Negeri
Basoeki Santoso, SE. M.Sc
Sekretaris Jenderal
Ir. Eddy Wahyudin, M.B.A
Wakil Sekretaris Jenderal I
Robby T. Gandawidjaya, B. Buss, MF
Wakil Sekretaris Jenderal II
Hidayaturahman
Wakil Sekretaris Jenderal III
I Ketut Yahya Kurniadi, SKH
Wakil Sekretaris Jenderal IV
Ir. Jajang Hermawan
Wakil Sekretaris Jenderal V
Rachmi Rachman
Bendahara Umum
Hilwan Setiawan (Iping)
Sejarah PINSAR
PINSAR Unggas Nasional terbentuk karena adanya kesadaran di antara pelaku-pelaku peternakan unggas pada umumnya dan para pengusaha pemasaran hasil-hasil unggas pada khususnya, tentang pentingnya kemantapan (stabilisasi) pemasaran hasil-hasil unggas di masing-masing daerah.
Sebuah pusat informasi diperlukan untuk menyediakan informasi akurat antar sentra penghasil telur dan penghasil daging unggas. Selain itu, sebuah pusat informasi yang baik dapat dipersiapkan untuk menjadi pemantau perkembangan penawaran dan permintaan hasil unggas di setiap daerah.
Kedua hal tersebut di atas memiliki pengaruh sangat kuat pada stabilisasi harga dan perkembangan usaha perunggasan Indonesia dimasa kini dan masa yang akan datang. Informasi akurat mengenai perkembangan harga yang terkait dengan ramalan mengenai jumlah pasokan dan permintaan hasil unggas tentu akan sangat membantu para pelaku usaha perunggasan untuk mengambil keputusan terbaik. Hal ini pada gilirannya akan membantu memperkokoh pondasi usaha perunggasan Indonesia sehingga dapat bersaing dengan pelaku perunggasan dari luar negeri.
27 Januari 1990
Diadakan pertemuan persiapan pendirian Pusat Informasi Pemasaran Hasil-hasil Unggas di Jakarta yang dihadiri oleh para pengusaha pemasaran hasil-hasil unggas se-wilayah DKI dan Jawa Barat dengan bimbingan dan pengarahan Direktorat Bina Usaha Tani dan Pengolahan Hasil, Direktorat Jenderal Peternakan
14 Pebruari 1990
Diadakan rapat pembentukan wadah informasi Pemasaran Hasil-hasil Unggas di Bandung yang dihadiri oleh para pengusaha pemasaran unggas se-DKI dan Jawa Barat.
3 - 4 Maret 1990
Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga
Mukadimah
Bahwa pesatnya perkembangan agribisnis perunggasan dengan berbagai tantangan yang dihadapinya dalam iklim pembangunan nasional dan untuk membangun dunia perunggasan yang maju, tangguh dan efisien, yang dapat diandalkan untuk menyediakan protein hewani, meningkatkan kesempatan bekerja dan kesempatan berusaha, serta meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan rakyat serta meningkatkan ketahanan pangan nasional dipandang perlu adanya suatu wadah yang berperan menghimpun dan menampung aspirasi dan kepentingan masyarakat perunggasan.
Bahwa stabilitas dan pengembangan pasar komiditi hasil perunggasan perlu terus diupayakan, sebagai prasyarat terciptanya agribisnis perunggasan yang maju, tangguh dan efisien.
Bahwa kepedulian terhadap pembangunan perunggasan inilah yang mendorong perorangan, koperasi dan perusahaan yang bergerak di bidang pemasaran, pemotongan, pengolahan hasil unggas, sepakat membentuk organisasi yang bernama Pusat Informasi Pemasaran Hasil Unggas dengan Anggaran Dasar sebagai berikut:
Anggaran Dasar
BAB I
Nama, Waktu dan Tempat Kedudukan
Pasal 1
Nama
Organisasi ini merupakan asosiasi peternak yang bernama Pusat Informasi Pemasaran Hasil Unggas yang selanjutnya disingkat Pinsar Unggas.
Pasal 2
Waktu
Pinsar Unggas ini didirikan di Jakarta pada tanggal 23 Maret 1990 untuk waktu yang tidak ditentukan.
Pasal 3
Tempat Kedudukan
Pinsar Unggas ditingkat nasional berkedudukan di ibukota RI dengan wilayah kegiatan seluruh Republik Indonesia.
BAB II
Asas dan Tujuan
Pasal 4
Asas
Pinsar Unggas berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945
Pasal 5