Berita dan Event

Berlangganan pasokan Berita dan Event
Indonesian Poultry Farmers Association And Information Center
Di-update: 2 jam 15 mnt yang lalu

Pinsar Indonesia Diminta Bantu Distribusi Jagung

Rab, 01/27/2016 - 21:58

SETELAH ditunjuk oleh pemerintah sebagai importir tunggal jagung, Bulog menunjuk PINSAR Indonesia untuk membantu mendistribusikan jagung kepada peternak layer dan pabrik pakan ternak UMKM.

Berdasarkan hasil rapat koordinasi Desember 2015 lalu, Bulog ditunjuk sebagai importir tunggal kebutuhan jagung nasional. Meskipun payung hukumnya masih dalam diproses, namun Bulog kini sedang mempersiapkan diri untuk mendistribusikan jagungnya bagi peternak layer dan pabrik pakan UMKM.
PINSAR Indonesia sebagai asosiasi yang menaungi peternak rakyat diminta Bulog untuk bisa memberikan rekomendasi peternak layer dan pabrik pakan UMKM yang memenuhi syarat untuk mendapatkan pasokan jagungnya. Untuk mendistribusikan jagungnya, memang Bulog memberi prioritas pada peternak layer UMKM yang kini sedang terpukul oleh tingginya harga jagung, sehingga cukup mengganggu produksi telurnya.

Sudah diketahui oleh pemerintah, saat ini kelangkaan pasokan jagung untuk peternakan sudah berlangsung sejak Agustus 2015. Tidak heran kini harga jagung lokal sudah melonjak 2 kali lipat dari sebelumnya. PINSAR mencatat kenaikan jagung (kadar air 17-18 persen) dari sebelumnya Rp 3000-3300/kg kini mencapai Rp 6000-6500/kg. Tak pelak harga pakan ternak menyusul naik yang berujung pada melonjaknya harga telur dan broiler. HD

Pinsar Tolak PPN Ternak

Rab, 01/27/2016 - 21:05

TEPAT 14 hari setelah diberlakukan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 267 Tahun 2015 tentang Pajak Pertambahan Nilai (PPN) terhadap semua jenis ternak,  pemerintah memutuskan untuk membatalkan Peraturan Menteri Keuangan tersebut.

Hal ini disampaikan Menko Perekonomnian Darmin Nasution setelah menggelar rapat koordinasi pada Jum’at, 22 Januari 2016 lalu di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian RI. Rakor tersebut diadakan setelah pihak pemerintah melalui Menko Perekonomian menggelar rapat dengar pendapat dari kalangan pengusaha yang diwakili Kadin, PINSAR Indonesia dan APFINDO.

Dalam rapat tersebut Ir. Eddy Wahyudin – Wakil Ketua PINSAR menyampaikan ketidaksetujuannya tentang pengenaan PPN terhadap ternak. Pasalnya pengenaan PPN yang sebelumnya dimaksudkan untuk melindungi produk daging dalam negeri dari impor menjadi kontra produktif malah bisa mematikan industri penghasil daging dalam negeri. “Menjadi rancu, karena ternak dan daging sejatinya tidak bisa dipisahkan,” ungkapnya. Menurutnya pengenaan PPN Ternak pasti akan menambah biaya yang berujung pada naiknya harga jual. Jadi produk ternak dalam negeri semakin tidak kompetitif.
Leopold Halim – Sekjen PINSAR pasca rapat tersebut juga menyampaikan keherannya. Pasalnya PPN Ternak bermula dari usulan Kementerian Pertania RI yang bermaksud melindungi industri ternak dalam negeri. Tetapi faktanya hasilnya berlawanan dengan tujuannya. “Kok bisa ya, maksudnya melindungi, tetapi dengan cara mengenakan PPN ?, tanya dengan heran. HD

Pinsar Resmi Sebagai Organisasi Perunggasan

Sel, 01/12/2016 - 21:57

SETELAH melakukan berbagai upaya untuk memenuhi persyaratan, PINSAR INDONESIA kini telah resmi sebagai organisasi masyarakat yang bergerak di bidang perunggasan.

Pendaftaran secara resmi tersebut terhitung berdasarkan Surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Nomor AHU-0015999.AH.01.07 Tahun 2015 tertanggal 13 November 2015.

Dengan terbitnya SK Menteri Hukum dan HAM tersebut berarti PINSAR diakui secara resmi oleh negara sebagai organisasi yang bergerak di bidang perunggasan.

Hal ini tentu menyempurnakan kiprah PINSAR yang sudah berlangsung sejak 25 tahun lalu membela dan memperjuangkan kepentingan peternak rakyat di kancah perunggasan nasional. HD

KESIMPULAN DAN SARAN PINSAR INDONESIA PADA SEMINAR NASIONAL BISNIS PETERNAKAN

Min, 01/10/2016 - 11:45

Pada bulan Nopember 2015 lalu, Wakil Ketua Umum Pinsar Eddy Wahyudin menyampaikan makalah tentang perunggasan 2015 dan prediksi 2016 pada seminar nasional bisnis peternakan yang diselenggarakan oleh Asosiasi Obat Hewan Indonesia (ASOHI) di menara 165 Jakarta. Berikut ini kesimpulan dan saran yang disampaikan Eddy terkait dengan situasi bisnis perunggasan 2015-2016:

  1. —Berpijak dari tahun 2015 ini, harga broiler saat ini sangat bergantung pada suplai. Untuk tahun 2016, perlu diperhitungkan secara lebih cermat, seberapa besar kenaikan produksi bibit untuk memenuhi potensi kenaikan permintaan, sehingga terjadi keseimbangan yang membentuk harga ekonomis bagi semua sektor.
  2. —Kewajiban pemerintah untuk membenahi database produksi DOC dan keterbukaan akses data, agar semua pihak bisa melakukan evaluasi.
  3. —Perlu dihilangkannya semua hambatan impor jagung dan bahan baku pakan lainnyayang harus dipenuhi dari impor. Karena menyebakan gangguan suplai dan kenaikan harga.
  4. —Perlu antisipasi dalam menghadapi penurunan kualitas bibit dan pakan yang cenderung terus menurun, sehingga bisa berdampak kenaikan Harga Pokok Produksi (HPP) sementara harga jual broiler dan telur sangat rentan terjadi gejolak.
  5. —Perlu upaya lebih keras dalam Kampanye Konsumsi Ayam dan Telur untuk mengembangkan pasar.
  6. —Perlu antisipasi untuk mengatasi gangguan cuaca yang berpotensi menggangu produksi dan distribusi broiler dan telur.

Warta Harga

Sel, 12/22/2015 - 10:36

MENCERMATI pergerakan harga broiler dan telur pada pekan lalu, nampak cukup menarik. Pasalnya, menjelang liburan akhir tahun, pada para pelaku pasar komoditas unggas sudah tertanam persepsi bahwa permintaan akan sangat tinggi, sehngga berbagai “intrik” khususnya oleh para broker terjadi untuk menahan laju kenaikan harga lebih tinggi.

Pasar Broiler

PINSAR pada pekan lalu mencatat harga broiler di Jabar dan kawasan Jabodetabek cenderung melemah, dari Senin (14/12) Rp 19600/kg, Sabtu tercatat Rp 18800/kg, demikian juga terjadi di Cirebon dan sekitarnya turun dari Rp 19000/kg menjad Rp 18500/kg. Menurut narasumber PINSAR penurunan ini disebabkan oleh dampak tekanan yang diberikan oleh pedagang yang menerapkan strategi menahan pembelian di Kamis (17/12). Upaya menahan pembelian ini untuk menciptakan persepsi bahwa permintaan broiler sedang menurun. Hal ini tentu menimbulkan panic selling oleh peternak, pasalnya menjelang akhir pekan  yang biasanya permintaan menguat, malah justru terjadi sepi permintaan. Situasi ini bergayung sambut dengan situasi di wilayah Pantura Jateng seperti Subang, Indramayu , Cirebon hingga Tegal yang dilaporkan banyak panen ayam.

Sementara  itu di Jateng bagian timur dan Jatim, harga broiler cenderung mengalami stag. Di Semarang sepekan terakhir harga broiler tercatat bergerak di kisaran Rp 16500-16900/kg, dan di Surabaya Rp 17500-17800/kg. Situasi ini dilaporkan pelaku pasar disebabakan oleh banyaknya ayam dengan performa produksi yang jelek. Hal ini menyebabkan banyak ayam sakit beredar di pasar, sehingga menekan harga jual ayam.  Keadaan yang tidak jauh berbeda terjadi di kota-kota P. Sumatera, Bali dan Lombok, meskpun dengan nominal harga yang berbeda.

Pasar Telur

Di pekan lalu, harga telur mencatat kanaikan yang cukup signifkan. Senin (14/12) harga telur di Jabodetabek Rp 19200 naik menjadi Rp 20500/kg. Kenaikan ini dipengaruhi kuatnya permintaan telur seiring masa libur akhir tahun dan adanya beberapa momen kegiatan keagamaan seperti Maulid Nabi dan Natal diduga mendorong permintaan telur oleh masyarakat naik.

Di sisi lain, naiknya harga bahan baku pakan seperti jagung yang kini mencapai Rp 5000/kg mendorong peternak layer yang memproduksi telur berkuat hati untuk menaikan harga produksinya. Seperti yang disampaikan oleh Athung peternak asal Tangerang yang merupakan sekjen PINSAR menyampaikan bahwa harga jagung kini menguat kembali dari sebelumnya Rp 4500/kg menjadi Rp 5000/kg. Ini membuat harga pokok produksi telur mengarah pada level Rp 20000/kg.

Kenaikan harga jagung beberapa bulan terakhir ini, merupakan dampak terhentinya impor jagung beberapa waktu lalu oleh Kementerian Pertanian RI. Tak ayal suplai jagung di pasar nasional menurun drastis dan mendorong jagung local terkerek naik tak terkendali. Dan yang menjadi keprihatinan peternak adalah, kelangkaan pasokan jagung yang kian tidak pasti ujungnya membuat peternak terancam gulung tikar.

Gejolak Harga Ayam, Hantui Peternak Broiler

Rab, 12/16/2015 - 22:02
Gejolak harga ayam masih menjadi masalah utama para peternak ayam. Terjadi berulang kali dan terasa semakin berat bagi peternak skala kecil.

TAHUN 2014 lalu, industri perunggasan nasional “diusik” oleh berbagai kejadian aksi demonstrasi peternak rakyat di berbagai tempat. Unjuk rasa dipicu oleh jatuhnya harga broiler hidup yang berlangsung hampir sepanjang tahun. Sayangnya, belum ada solusi jitu mengatasi masalah ini.
Gejolak jatuh bangunnya harga ayam broiler terjadi berulang kali sejak puluhan tahun lalu. Tampaknya gejolak ini semakin membesar, seperti lingkaran siput. Dan tahun 2014 menjadi catatan terburuk pasar broiler nasional. Harga broiler yang sempat jatuh di harga Rp 8000/kg, sudah banyak menimbulkan kerugian besar peternak mandiri/rakyat.

Maka memasuki tahun 2015, menjadi tahun harapan baru bagi peternak rakyat, iklim pasar broiler diimpikan akan kondusif untuk memulihkan usaha mereka dari sengkarut hutang peninggalan masa sebelumnya. Namun apakah fakta menunjukan, over suplai yang menjadi biang persoalan rusaknya harga sudah menghilang ?

 

Sejak Januari hingga September 2015, performa harga broiler belum menunjukkan catatan yang menggembirakan. Di beberapa pekan, harga broiler masih bergerak di bawah Harga Pokok Produksi (HPP) nya. Di awal tahun 2015 memang harga broiler hidup berada di kisaran Rp 19000/kg dan berada di atas HPPnya. Akan tetapi memasuki bulan Februari 2015 hingga Juni 2015, harga broiler terus dalam tekanan berat. Dari berbagai pelaku pasar tercatat dominan tekanan harga broiler disebabkan faktor pasok ayam yang cukup melimpah.

Saat itu beberapa sumber masih juga menunjukkan produksi DOC broiler masih sebesar 60 juta ekor per minggu, masih jauh dari kemampuan daya serap yang hanya sebesar 40 juta ekor per minggu. Berbagai upaya pemangkasan produksi dengan aborsi yang dilakukan pembibit hanya sedikit berdampak mengurangi tekanan harga broiler. Kondisi sedikit membaik memasuki bulan Juli 2015, tepatnya menjelang Hari Raya Idul Fitri 1436 H hingga Agustus 2015. Akan tetapi kembali memburuk memasuki bulan September 2015.

Peternak broiler memang masih dihantui over suplai. Potensi produksi bibit broiler yang masih tinggi, sulit membatasinya setiap saat untuk tidak kebobolan beredar di pasar. Perlu upaya ekstra untuk mendorong pemerintah sebagai regulator dalam membatasi DOC broiler yang beredar. Agar hingga akhir tahun ini peternak tetap terjaga dari kerugian di setiap periode produksinya. Belum lagi peternak juga harus berkutat dengan hal teknis untuk menjaga indeks prestasi produksi tetap baik, di tengah dampak El nino di musim kemarau ini.

Disusun Oleh Samhadi, pada September 2015, dimuat di Infovet edisi Ildex, Oktober 2015

 

Siasati Kelangkaan Jagung, PINSAR Adakan Konsultasi Kolektif

Sel, 12/01/2015 - 20:18

Dalam usaha mengatasi kelangkaan jagung, PINSAR Indonesia mengadakan Konsultasi Kolektif di tiga kota sentra produksi telur nasional dengan narasumber ahli nutrisi pakan – Prof. Budi Tangenjaya, Ph.D.

Kegiatan yang dikemas konsultasi santai tersebut kali pertama diadakan di Tangerang Senin, 23 November 2015. Acara tersebut dihadiri puluhan peternak yang sebagian diantaranya melakukan self mixing.

Acara yang dimulai Pk. 13.00 hingga Pk. 15.00 tersebut berlangsung sangat menarik, ini nampak dari diskusi formulasi pakan yang berlangsung dinamis.

Dalam diskusi terlihat peternak langsung aktif menanyakan berbagai simulasi pakan alternatif pengganti jagung yang bisa digunakan sebagai penggantinya.

Sebagai kesimpulan yang bisa direkomendasikan adalah digantinya jagung sebagai sumber energi dengan CGN (bungkil jagung) dan CPO atau minyak sayur mentah.

Menurut Prof. Budi, penggantian jagung dengan  bahan baku lain secara prinsip bahan baku tersebut harus mengandung sumber energi pakan lebih dari 3000 kalori.  Penggunaan CGN dan CPO tersebut menurutnya  malah bisa memberikan hasil formulasi pakan dengan harga yang sangat efesien yakni Rp 3100-3400 /kg. Hasil tersebut tanpa mengurangi kebutuhan energi dan protein yang diperlukan ayam. “Otomatis tidak akan menggangu performa produksi. Bahkan kotoran yang dikeluarkan ayam lebih kering,” jelasnya. Setidaknya hal itu bisa dilihat dari berbagai referensi menunjukan hasil demikian. Meskipun pakan ayam nampak lebih menggumpal atau lengket.

Menurut koordinator pelaksanaan kegiatan PINSAR Indonesia yang digagas sangat singkat ini, Ricky Bangsaratoe, berharap kegiatan ini bermanfaat bagi peternak layer dalam mengatasi kondisi saat ini. Dimana jagung sedang langka dan harganya sangat mahal. Semoga bermanfaat. HADI

Jagung Impor Mulai Bisa Masuk ke Indonesia

Jum, 11/27/2015 - 08:40

Menko Perekonomian Darmin Nasution (Tengah) bersama Pinsar Indonesia

MENTERI Koordinator Perekonomian Darmin Nasution memastikan hambatan masuknya jagung impor saat ini sudah dibuka. Hal ini terungkap saat pertemuan antara PINSAR Indonesia beserta asosiasi peternak lainnya dengan Menko Perekonomian RI Darmin Nasution 11 Nov’15 lalu di kantornya.

Dalam beberapa bulan terakhir memang kelangkaan jagung terjadi sebagai dampak terbitnya kebijakan Menteri Pertanian Amran Sulaiman untuk membatasi impor jagung. Akibatnya suplai jagung mengalami kekurangan dan menyebabkan kenaikan harga yang sangat signifikan. Lebih lanjut kelangkaan ini menyebabkan peternak layer mengalami kesusahan.

Dilaporkan Agung-peternak layer asal Sumatera Barat bahwa saat ini harga jagung naik dari sebelumnya Rp 3200-3500/kg menjadi Rp 4800-5000/kg. “Peternak di Sumbar saat ini mulai panik. Harga jagung tadi pagi Rp 4500/kg, sore ini sudah naik menjadi Rp 5000/kg,” ungkap Agung.

Bagi sebagian peternak layer di Jabotabek yang melakukan self mixing pakannya, yang menjadi kekhawatiran sesungguhnya adalah ketiadaan barangnya di pasar. “Betul kenaikan harga jagung ini sangat disayangkan, tapi yang jadi soal adalah jagung tidak ada di pasar. Jadi bagaimana kita masih bisa kasih pakan buat ayam kita,” terang Leopold Halim – Sekjen PINSAR Indonesia.

Dalam paparan pertemuan tersebut, beberapa waktu ke depan, jagung impor yang sudah dalam perjalanan (shiping) bisa masuk dengan jumlah beberapa ratus ton. Hambatan terkahir yang ditemui oleh pihak Menko Perekonomian RI yakni Direktorat Bea Cukai belum mendapatkan surat resmi dari Kementerian Pertanian yang mencabut/membatalkan  kebijakan pembatasan impor jagung sebelumnya.

Namun demikian di lapangan bisa jadi hambatan akan muncul kembali. Menurut Musbar yang menjadi koordinator pertemuan tersebut, kebutuhan jagung peternak hingga akhir tahun ini mencapai 300 ton. Diharapkan dengan masuknya jagung impor, pabrik pakan tidak memburu jagung dari petani dalam negeri. ***HADI

Undangan Konsultasi Kolektif

Jum, 11/20/2015 - 09:49

Kepada Yth.
Peternak Layer Indonesia

Salam hangat…

BAGAIMANA MENSIASATI KELANGKAAN JAGUNG ?

Pertanyaan ini tentunya wajar muncul di tengah situasi saat ini, khususnya bagi peternak layer yang melakukan self mixing. Untuk itu PINSAR Indonesia akan menyelenggarakan Roadshow ke daerah-daerah sentra produksi telur untuk mengadakan  “Mensiasti Kelangkaan Jagung Untuk Menjaga Performa dan Biaya Produksi” dengan Narasumber Prof. Budi Tangenjaya, Ph.D – Ahli Nutrisi Pakan yang akan memberikan konsultasi bagaimana mengatasi kelangkaan jagung seperti terjadi saat ini. Untuk itu, dimohon kehadirannya pada :

Hari/Tgl : Senin, 23 Nov’15
Tempat : Restoran Ayam Goreng Karawaci, Jl. Raya Imam Bonjol 34 G, Palemsemi, Karawaci, Tangerang
Waktu : Pk. 12.00-15.00 WIB
(Diawali makan siang dulu)

Untuk konfirmasi kehadirannya, mohon kontak dengan Samhadi (082134363222).
Demikian kami sampaikan kegiatan ini. Atas perhatian dan kehadirannya diucapkan banyak terima kasih.

Salam PINSAR Indonesia

Pinsar Tampil di Seminar Nasional Bisnis Peternakan

Kam, 11/19/2015 - 21:26

Edy Wahyudin terima cindera mata

Bertempat di gedung Menara 165 Jakarta Selatan, Rabu, 18 Nopember 2015, Wakil Ketua Umum Pinsar Indonesia Edy Wahyuddin tampil sebagai pembicara di seminar Nasional Bisnis Peternakan . Seminar yang diselenggarakan oleh Asosiasi Obat Hewan Indonesia (ASOHI) ini dihadiri oleh kalangan dunia usaha perunggasan dan peternakan pada umumnya dari berbagai daerah. Seminar mengambil tema tentang kemandirian dan daya saing peternakan untuk mencerdaskan anak bangsa.

Selain Edy, pembicara lainnya adalah Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Muladno, Dirut Manulife Aset Manajemen Indonesia Legowo Kusumonegoro, Ketua Umum GPPU Krissantono, Ketua Umum GPMT Sudirman, Sekjen PPSKI Rochadi Tawaf, Ketua Umum AMI (Asosiasi Monogastrik Indonesia ) Sauland Sinaga dan Ketua Umum ASOHI Irawati Fari.

Dalam kesempatan ini Edy yang tampil mewakili Ketua Umum Singgih Januratmoko menguraikan perkembangan harga ayam dan telur sepanjang tahun 2015 dan prediksi tahun 2016. Edy mengatakan, selama bertahun-tahun Pinsar telah menghimpun harga ayam dan telur dari puluhan kota di Indonesia yang sangat bermanfaat bagi para peternak unggas di seluruh Indonesia.

“Saat ini masyarakat sudah dapat mengakses perkembangan harga ayam dan telur tiap hari di www.pinsarindonesia.com dan bisa menggunakan aplikasi android sehingga sangat memudahkan dalam mengakses perkembagan harga maupun informasi lainnya,” kata Edy.

“Tinggal masuk ke playstore dan ketik Pinsar Indonesia, maka kita dapat menginstall aplikasi Pinsar Indonesia di handphone android” tambahnya.

Edy menguraikan, tahun 2015 bisnis perunggasan diwarnai dengan gejolak harga akibat fenomena over supply DOC broiler. Masalah kelangkaan jagung, cuaca, bencana asap, ikut mewarnai bisnis perunggasan.

Dari permasalahan yang ada ini, bisa diambil pelajaran bahwa pelaku bisnis perunggasan ke depan perlu lebih encermati data prediksi cuaca dari BMKG. “Selama ini peternak kurang mempedulikannya,” ujar Edy.

Sementara itu dari paparan pembicara lainnya disebutkan bahwa tahun ini produksi DOC broiler diperkirakan 2,5 miliar ekor, sedangkan produksi pakan 16,2 juta ton. Angka ini lebih rendah dari prediksi yang disampaikan pada seminar tahun lalu yaitu produksi DOC broiler 3 miiar dan produksi pakan 16,8 juta ton. Akibat dari koreksi ini maka, market obat hewan ikut terpengaruh yakni menjadi Rp 3,9 triliun, dimana tahun lalu diprediksi Rp 4 Triliun.

Ketua Umum ASOHI memperkirakan dengan pertumbuhan ekonomi tahun 2016 diperkirakan 4,5% maka perkembangan market obat hewan diperkirakan akan tumbuh 7-10%.***

 

 

 

 

Video Acara Sarapan Bersama HATN Palembang di Antara News

Kam, 11/05/2015 - 21:53

Salah satu acara unik di rangkaian acara HATN Palembang adalah sarapan bersama masyarakat dengan menu ayam dan telur di stadion Jakabaring. Acara ini diprakarsai panitia dengan menghadirkan para pelaku usaha perunggasan dan Kepala Dinas Peternakan Sumsel Amruzi, serta  dihadiri oleh ratusan warga.

Acara ini menarik perhatian masyarakat yang sedang melakukan olah raga dan ikut bergabung mendapatkan makana  gratis yang disediakan panitia. Acara ini tentunya disertai edukasi mengenai ayam dan telur kepada masyarakat.

Harga Karet dan Sawit Pengaruhi Konsumsi Ayam dan Telur

Kam, 11/05/2015 - 21:37

Ismaidi, Ketua Ampera dan Ketua Pinsar Sumsel

Akibat menurunnya harga komoditi karet dan sawit internasional, diperkirakan ikut  berdampak pada penjualan ayam dan telur di Wilayah Sumatera Selatan. Hal ini karena komoditi sawit dan karet merupakan sumber ekonomi sebagian masyarakat Sumsel. Dengan menurunnya harga, maka pendapatan masyarakat menurun sehingga pemasaran ayam dan telur pada setahun belakangan ini lesu. Demikian dikemukakan Ketua Asosiasi Masyarakat Perunggasan (Ampera) Sumsel, Ismaidi saat Memperingati Hari Ayam dan Telur Nasional (HATN) di Jakabaring,  belum lama ini, sebagaimana dikutip Tribun Sumsel.

Kepada redaksi PinsarIndonesia.com Ismaidi yang juga Ketua Pinsar Indonesia cabang Sumsel mengatakan, ditunjuknya Palembang sebagai tuan rumah peringatan HATN dan World Egg Day diharapkan ikut mendongkrak konsumsi ayam dan telur.

Ismaidi menambahkan produksi ayam di Palembang dan sekitarnya saat ini 80 ribu ekor hingga 100 ribu ekor per hari dan untuk keluar Palembang 70 ribu ekor perhari.

Sedangkan produksi telur di Sumsel 150 ton perhari. Kalau konsumsi telur untuk keluar Sumsel seperti, Jakarta, Bangka, Jawa Barat dan lain-lain sebanyak 100 ton per hari dan rata-rata cenderung menurun.

Ismadi sukses sebagai Ketua Panitia HATN dan World Egg Day yang berlangsung sepanjang bulan September-Oktober 2015. Kegiatannya antara lain ceramah ayam dan telur ke murid SD di Palembang, sarapan pagi menu ayam dan telur bersama masyarakat dan kepala Dinas Peternakan di stadion Jakabaring, aksi sosial dan sebar brosur ayam telur di jalan protokol, talkshow di radio Trijaya Palembang, lomba menggambar dan mewarnai untuk anak-anak, serta acara puncak berupa ceramah dan talkshow di Opi Mall Palembang yang menghadirkan Ketua MIPI Dr. Desianto Budi Utomo, ahli gizi dr Monika, Kepala Dinas Peternakan Amruzi dan beberapa pejabat dan tokoh masyarakat.

Pada acara puncak yang berlangsung 18 Oktober itu, Ismaidi dilantik sebagai Ketua Pinsar Sumsel, oleh wakil ketua umum Pinsar Indonesia Eddy Wahyudin.

Harga Protein Telur Lebih Murah dibanding Protein Tempe

Sel, 10/27/2015 - 23:02

Masyarakat pada umumnya menganggap harga telur ayam itu lebih mahal dibanding tempe. Faktanya meski harga telur ayam mengalami kenaikan, namun dibanding kenaikan bahan makanan lainnya, harga telur ayam dan daging ayam termasuk yang stabil.

Bahkan sebagai sumber protein yang berkualitas, jika kita menghitung harga protein yang terkandung di dalam telur, maka harga per gram protein telur hanya Rp 144/gram, sedangkan harga protein tempe lebih mahal yaitu Rp. 181/gram. Hal ini terungkap pada saat talkshow tentang Hari Ayam Telur Nasional di Radio Trijaya palembang 17 Oktober 2015. Talkshow menghadirkan narasumber Ketua Panitia HATN Ismaidi, didampingi Thaharudin, Kepala Dinas Peternakan Sumsel Amrudin Menhi serta Bambang Suharno mewakili Asosiasi Obat Hewan Indonesia (ASOHI).

Bambang maupun Ismaidi menyimpulkan bahwa rendahnya konsumsi ayam dan telur di Indonesia dibanding negara tetangga, bukanlah semata-mata karena rendahnya daya beli, tapi karena pemahaman yang kurang tepat mengenai manfaat daging ayam dan telur. Faktanya konsumsi rokok masyarakat Indonesia termasuk yang tertinggi di dunia (lebih dari 1.100 batar rokok/orang/tahun, sedangkan konsumsi telur hanya 90 butir/orang/tahun). Selain itu masih banyak isu negatif tentang ayam dan telur misalnya telur menyebabkan kolesterol, ayam broiler disuntik hormon, telur menyebabkan bisul dan sebagainya.

Bambang mengatakan, tidak mungkin ayam broiler disuntik hormon karena harga satu dosis suntikan hormon sekitar 5 USD atau Rp. 60.000/dosis, sedangkan harga ayam hanya sekitar 30 ribu. jadi mustahil pemeliharaan ayam menggunakan hormon.

Sementara itu kepala Dinas Peternakan Sumsel Amruzi mengatakan produksi ayam dan telur di Sumsel sudah swasembada, bahkan produksi telur Sumsel sudah berlebih dan bisa memasok kebutuhan propinsi lainnya. Konsumsi daging ayam dan telur di Sumsel juga sudah berada di atas konsumsi rata-rata nasional, namun demikian potensi untuk meningkat masih cukup besar. Saat ini konsumsi ayam masyarakat Sumsel diperkirakan 13 kg per orang per tahun (konsumsi nasional diperkirakan 9 kg per orang per tahun).*** Bams

 

6 Langkah Mudah Install Aplikasi PINSAR di Android

Sab, 10/24/2015 - 06:49

Website www.pinsarindonesia.com sdh bisa diakses melalui android.
Mau tau cara instalnya?
Berikut langkah-langkahnya:
1.  Buka Hp Android Anda dan cari Play Store, kemudian KLIK

2. Setelah masuk Google Play Store,
lakukan 3 langkah:
1. Ketik di Search: Pinsar Indonesia.
2. Tunggu sampai aplikasi yang dicari keluar seperti digambar panah nomor 2.
3. Setelah Keluar Aplikasi itu, Pojok Kanan Bawah ada Tulisan: FREE, KLIK Tulisan itu, seperti yg ditunjuk panah nomor 3. 

3. Akan Keluar tampilan seperti Gambar dibawah, KLIK: INSTALL

4. Akan keluar konfirmasi,seperti gambar dibawah, KLIK: ACCEPT
5. Akan Keluar Proses Install seperti gambar dibawah, Tunggu Hingga Proses selesai 100%.
6. Aplikasi sudah TERINSTALL, KLIK: OPEN
7. Bila tampilan seperti gambar dibawah, APLIKASI BERHASIL TERINSTALL.
8. Website www.pinsarindonesia.com sudah bisa langsung diakses dari Hp Android.
Silahkan menikmati menu yang ada sesuai kebutuhan.. ^^
9. Apabila Anda selesai mengakses websitewww.pinsarindonesia.com melalui Hp Android, dan melihat menu HOME sudah ada ICON PINSAR.
Aplikasi Android PINSAR sudah bisa Anda Akses KAPAN SAJA.

Selamat Menikmati Informasi dari PINSAR.
Semoga Bermanfaat dan Bisa Memajukan Insan Perunggasan di Indonesia.

(*) Salam PINSAR INDONESIA (*)

Peringatan Hari Ayam dan Telur Nasional ke 5 dan World Egg Day 2015 Sukses Digelar di Palembang

Jum, 10/23/2015 - 23:35

Para pejabat Pemda dan Pimpinan asosiasi perunggasan makan ayam dan telur bersama semua pengunjung

Pinsar Indonesia (Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia) dan ASOHI (Asosiasi Obat Hewan Indonesia) bekerjasama dengan Pemda Sumatera Selatan serta didukung oleh organisasi-organisasi perunggasan nasional menyelenggarakan peringatan Hari Ayam dan Telur Nasional (HATN) ke-5 dan Hari Telur sedunia, bertempat di Opi Mall, Palembang. Acara puncak berlangsung pada Minggu 18 Oktober 2015 jam 10.00-16.00.

Acara HATN adalah acara yang berlangsung setiap tahun sejak tahun 2011 dimana waktu itu dilakukan pencanangan pertama Hari Ayam dan Telur Nasional oleh Menteri Pertanian Dr. Ir. Suswono, MA di Senayan Jakarta, tanggal 15 Oktober 2011.

Tahun 2013 lalu acara puncak HATN dan Hari Telur Sedunia berlangsung di Lapangan Renon Denpasar, dan tahun 2014 di Pantai Losari Makassar dan tahun 2015 ini Palembang terpilih sebagai tuan rumah HATN dan Hari Telur Sedunia.

Talkshow edukasi ayam dan telur di Radio Trijaya Palembang

Latar belakang adanya peringatan HATN adalah konsumsi ayam dan telur masyarakat Indonesia masih rendah dibanding negara-negara tetangga. Banyak yang mengira bahwa rendahnya konsumsi ini semata-mata karena daya beli masyarakat yang masih minim, namun setelah dikaji lebih lanjut ternyata bukan itu penyebabnya. Fakta menyebutkan bahwa konsumsi rokok masyarakat Indonesia termasuk salah satu yang tertinggi di dunia , yaitu mencapai 3 batang per orang per hari, sementara konsumsi telur hanya 1,6 butir/minggu (lihat tabel). Padahal harga sebutir telur kurang lebih sama dengan sebatang rokok. Wartawan RCTI pernah mewawancarai tukang ojek di Jakarta. Dengan penghasilkan Rp 60 ribu per hari, tukang ojek membeli rokok 6 batang per hari, dan jarang membeli ayam dan telur.

Para peserta talkshow HATN dari kalangan pelajar, mahasiswa, pejabat, ibu-ibu PKK dan lain-lain

Fakta ini menunjukkan bahwa rendahnya konsumsi ini adalah karena pemahaman masyarakat akan pentingnya telur dan daging ayam sebagai sumber protein hewani yang paling murah.

Oleh karena itulah diperlukan upaya untuk menyadarkan masyarakat bahwa ayam dan telur adalah sumber protein yang murah, menyehatkan dan mencerdaskan.

Ketakutan masyarakat akan isu negatif mengenai ayam dan telur juga perlu diluruskan. Misalnya ada anggapan bahwa ayam pedaging (broiler) bisa cepat besar karena disuntik hormon. Hal ini sama sekali tidak beralasan karena harga hormon satu kali suntik bisa mencapai 5 USD (Rp. 50.000), padahal harga ayam di tingkat peternak kurang dari 20 ribu/ekor. Proses pertumbuhan ayam broiler yang cepat semata-mata karena hasil persilangan puluhan tahun sesuai dengan kaidah ilmu genetika sehingga dihasilkan ayam dengan mutu genetik yang bagus. Hal ini juga terjadi pada padi, jagung dan komoditi pertanian lain yang telah melalui proses perbaikan genetik sehingga dihasilkan komoditi yang lebih produktif.

PRA EVENT

Sebelum acara puncak, panitia HATN yang dipimpin oleh Ketua Pinsar Sumsel Ir. Ismaidi, menyelenggarakan kegiatan edukasi ayam dan telur, yaitu:
1. Seminar ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal), di Dinas Peternakan Sumsel, 12 Oktober 2015
2. Sarapan bersama insan perunggasan dengan menu ayam dan telur, di stadion Jakabaring Palembang, 14 Oktober 2015
3. Aksi Sosial Pembagian ayam dan telur dan brosur edukasi ayam dan telur di beberapa jalan protokol dan tempat keramaian 15 Oktober 2015
4. Talkshow radio, 16 dan 17 Oktober 2015
5. Kampanye ayam dan telur di stand pameran Hari Pangan Se dunia stadion Jakabaring, 16-18 Oktober
6. Lomba menggambar dan mewarnai, 18 Oktober 2015 (pagi hari)

ACARA PUNCAK

Acara puncak HATN 2015 tanggal 18 Oktober 2015 , berupa talkshow edukasi ayam telur di Opi mall, Palembang dengan narasumber ahli gizi Dr Monika, Dr. Desianto Budi Utomo (Ketua Masyarakat Ilmu Perunggasan Indonesia/MIPI) dan Kepala Dinas Peternakan Sumsel. Acara dihadiri ibu-ibu PKK, para mahasiswa dan perwakilan pelajar, perwakilan guru, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan sebagainya.

Sebelum acara talkshow dilakukan pelantikan pengurus Pinsar Indonesia daerah Sumsel oleh Wakil Ketua Umum Pinsar Indonesia Ir. Edy Wahyuddin, selanjutnya makan ayam dan telur bersama para pejabat Pemda Sumsel dan pimpinan organisasi perunggasan sebagai simbol upaya peningkatan konsumsi ayam dan telur.

Talkshow interkatif ayam dan telur diharapkan akan memberi pengertian mengenai pentingnya ayam dan telur sebagai sumber gizi yang murah dan berkualitas. Selanjutnya para peserta diharapkan dapat menyebarkan pengetahuan yang didapat dari acara ini kepada lingkungan atau organisasinya.

Wakil Ketua Umum Pinsar Edy Wahyudin mengharapkan upaya kampanye ayam telur tidak berhenti hanya pada acara HATN. “Justru ini adalah titik awal bagi kalangan perunggasan Sumsel untuk bersatu dan bersama-sama meningkatkan konsumsi ayam dan telur. Kalau tidak kita sendiri siapa lagi,” kata Edy.

Senada dengan Edy, Ismaidi yang juga bertindak sebagai Ketua Panitia HATN Palembang mengatakan, konsumsi ayam dan telur masyarakat Sumsel sudah di atas rata-rata nasional (konsumsi telur sekitar 13 kg per kapita per tahun), namun potensi untuk meningkat masih besar. “Oleh karena itu kampanye akan terus dilakukan melalui berbagai kegiatan,” ujarnya. (Bams)***